Assalaamu'alaikum!

TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT SUDAH BERKUNJUNG KE SINI ........ DINANTI HADIRNYA KEMBALI DI SINI UNTUK MENENGOK KONTEN BARU YA ...

Kamis, 28 April 2016

Humor Tingkat Tinggi

Ini memang lucu, dari sebuah fakta, bukan rekayasa bukan editan. Hanya mereka yang pernah menyentuh ranah bahasa, atau mungkin pokok materilah yang diijinkan tertawa.
1. Jalur Gaza

Lokasi : Pertigaan dekat pabrik gula Kalibagor - Sokaraja (2018)
                                                       


2. Bengkel Helikopter
Lokasi : Desa Kerep - Kemiri Kutoarjo

3. Larangan Buang Sampah - Sopan s.d Kesel Banget

Lokasi : Majalengka Jabar

Lokasi : Yogyakarta

4. Larangan Merokok


 Lokasi : Kedung Halang - Bogor


5. Kiriman SMS


Kenapa yang ngirim Mang Cece, Ustadz sholeh mengatakan "Ini Nomorku" . Kasusnya Ustad Soleh (ustadz sedesa) memang mengirim SMS tetapi yang muncul kok melalui nomor Mang Cece (tetanggaku). Kita tahu, pasti koneksi sedang bermasalah.



 6. Kenapa Nggak Minta Maaf ke Gurunya ya?


7. Memang Ulangan Boleh Balik Nanya ke Guru ya?


8. Menyerah Dalam Ulangan itu Halal


 

9. Definisi Garis


10. Antene Parabola


11. Aksioma Tiga







Rabu, 21 Oktober 2015

Cerpen :  CINTA DI RUMAH LELUHUR
Haryanto pulang kampung. Tak banyak yang ia inginkan ketika kakinya menginjakkan kembali desa Mrenek. Hanya satu : menjual rumah ayahnya. Laki-laki tak berfikir panjang apa akibatnya jika ia menjual rumah itu. Menurut perhitungannya, ia telah merawat ayahnya lima tahun terakhir. Manusia yang mengukir jiwa raganya itu telah ikut bersamanya di kota. Dengan imbal jasa semacam itu, tentu ayahnya akan mengijinkan ia menjual rumahnya. Namun laki-laki ini tertahan langkahnya sejenak. Bibirnya dikatubkan. Nafasnya dihela dalam. Benar, rumah leluhur itu sepertinya sudah ada yang menempati. Kemarin ia ingat kata-kata ayahnya.


“Kamu tak perlu pulang kampung To. Sudah tak ada siapa-siapa di sana.” kata ayah Haryanto ketika anaknya mengutarakan keinginannya.
“Satu tinggalan ayah. Rumah leluhur itu.”
“Rumah itu sudah jadi milik orang lain.”
“Ayah bercanda.” kata Haryanto mendengus sambil membuang puntung rokok.
“Ayah serius.”
“Saya tetap akan pulang ke Mrenek.”
“Kamu akan kecewa.”