Assalaamu'alaikum!

TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT SUDAH BERKUNJUNG KE SINI ........ DINANTI HADIRNYA KEMBALI DI SINI UNTUK MENENGOK KONTEN BARU YA ...

Senin, 02 Februari 2026

Cerpen jadul : BAYANGAN DI PELAMINAN

 

                                                           Ilustrasi AI dari subnp.com

Matahari telah sepenggalah. Rasman meraba ban sepeda. Kenyal. Ia puas. Sejurus kemudian lelaki-laki separuh baya itu menepuk-nepukkan kedua belah telapak tangannya untuk membersihkan debu. Sepeda dengan bagian belakang penuh barang dagangan mainan anak-anak telah siap.

“Akang tidak hadir di acara Pak Kandar?” tanya Mustirah, istrinya, seraya bersandar di kusen pintu.

“Aku sudah ijin ke Pak Kandar. Tadi malam kan sudah ikut lek-lekan di rumah beliau.”

“Lalu apa katanya?”

“Nggak apa-apa kata Pak Kandar. Jualan mainan anak-anak di balandongan hajatan banyak laku. Hari ini ada tiga tempat yang mengadakan hajatan. Sayang kalau aku lewatkan begitu saja.”

“Kalau begitu terserah Akang. Biar aku yang hadir di sana nonton kawinan si Inayah.”

“Tadinya aku ingin jualan di Pak Kandar, tapi malu.”

“Iya, iyaa….. sudah berangkat sana. Mudah-mudahan dapat rizki banyak.”

“Amin.”

“Itu kopinya dihabiskan. Nasinya juga….”

“Iya. Terimakasih …” kata Rasman pelan. Tak ada kata terucap lagi dari bibir Tirah.

Pagi menjelang siang Tirah mengantar suaminya berangkat mengais rizki. Dipandangi suaminya hingga hilang di pengkolan gang kecil. Setelah itu perempuan yang biasa menjadi tukang cuci di rumah Bu Lurah bersiap-siap mengganti pakaian dengan yang lebih bagus. Hari itu memang ia dapat ijin dari Bu Lurah untuk tidak mencuci, sebab rumah Pak Kandar hanya berselang empat rumah, malu kalau tak ada yang ikut meramaikan hajatan.

Halaman Pak Kandar telah ramai. Persiapan penyambutan pengantin laki-laki telah dilakukan sejak dua hari lalu. Panggung pelaminan telah terpasang megah. Kursi-kursi telah rapi berderat. Tempat prasmanan telah siap dengan hidangan yang bermacam-macam. Di pinggir jajaran kursi telah siap pula panggung hiburan organ plus.

Tak berapa lama sesuai jadwal perhitungan mantu, rombongan pengantin pria datang. Kegiatan  penyambutan berlangsung. Adat daerah dengan segala keunikan dengan kearifan lokal disajikan, dengan salah satu tujuan pula untuk tetep melestarikan budaya daerah. Tentu, bagi calon pengantin, dan dua keluarga yang akan bersatu, acara ini menjadi sebuah momen sacral sekaligus meriah yang tak akan dapat dilupakan.

Kini Tirah telah berada di kerumunan ratusan orang, baik rombongan tamu pengantar maupun penyambut maupun penggembira dari kampung sendiri. Tirah melihat di gang masuk lingkungan hajatan banyak orang berjualan. Perempuan itu mendesah. Ia ingat Rasman suaminya. Ia berdoa semoga dagangan suaminya laris seperti dagangan pedagang di lingkungan Pak Kandar. Sebagian focus ke acara. Sebagian lain ada kegiatan sendiri. Tak ketinggalan pula suasana yang penuh keceriaan itu ditimpa suara anak-anak kecil yang meminta mainan. Sebagian ibu-ibu menuruti permintaan anak-anaknya, sebagoan lagi bersungut-sungut sambil mengendong anaknya menjauh dari penjual mainan. Bahkan ada yang mencubit paha anaknya agar diam.

“Penjual sialan! Bikin anak kecil ribut saja …. Memangnya semua orang punya uang apa?!” keluh ibu-ibu yang menggendong anaknya beringsut mundur dari jajaran depan. Kini berdiri berdampingan dengan Tirah.

“Biasa anak kecil bu …. “ Tirah reflek menimpali keluhan ibu-ibu.

“Iya sih, tapi ya itu, bikin anak ribut. Lah namanya anak-anak kadang-kadang tak bisa mengerti kesulitan orang tua.”

“Iya …iya …..”

Tirah manggut-manggut sambil menjauh dari ibu tadi. Hatinya merasa tersindir. Andai ibu tahu jika suamainya sedang berjualan mainan yang sama di tempat lain. Tapi ia tak memperpanjang perasaannya. Perempuan setengah baya itu mundur hingga berdiri di jajaran yang paling belakang.

Dari tempat itulah Mustirah menonton seluruh acara mulai dari acara penambutan, serah terima calom pengantin, akad nikah hingga acara kedua pengantin yang telah resmi menjadi. Musik khas daerah degung yang mengiringi setiap prosesi pernikahan putri Pak Kandar benar-benar membawa suasana yang sakral. Semua hadirin tampak seperti terhipnotis.

Tirah menelan ludah. Dadanya terenyuh. Bibirnya terkatub. Tak terasa, kelopak matanya panas. Desakan air mata yang mengembang tak dapat ditahan. Kerongkongannya sesak. Perlahan perempuan itu mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Tirah berusaha bertahan menahan isaknya. Berat. Akhirnya merasa tidak mampu menahan isaknya, ia diam-diam menyelinap dengan menunduk berjalan cepat meninggalkan halaman rumah Pak Kandar.

Sampai di rumah Tirah masuk kamar. Desakan tangis yang menggelegak akhirnya tumpah. Ia menangis tersedu-sedu. Air matanya tumpah membasahi bantal kusam. Hingga hampir lima menit ia menangis dalam kesendirian. Namun sayup-sayup suara music degung dari halaman rumah Pak Kandar masih sangat jelas terdengar.

“Ya Allaaaah …… mengapa aku tak pernah mengalami masa-masa seindah anak Pak Kandar? Mengapa aku sebagai permpuan tak pernah merasakan indahnya menikah, semarak dan megahnya menikah. Aku menikah di kesunyian ya Allaaaah….. hanya ada akad wali dan saksi, serta mas kawin yang tak seberapa. Hanya disaksikan oleh tetangga kanan kiri… ya Allaaaaah …… mengapaaaaaa………??????!!” tanpa sadar perempuan itu berteriak kemudian  mencengkeram bantal hingga membanting-bantingnya.

Jumat, 30 Mei 2025

SKETSA ISENG

Tiap manusia punya talenta masing-masing yang diberikan Tuhan. Kebetulan saya diberi bakat menggambar. Ya, begitulah.

Sketsa coretan tangan ini sengaja disimpen di sini, iseng-iseng untuk ngumpulin karya. Jika tidak, kemungkinan misah-misah di mana-mana, padahal misah-misah juga nggak apa-apa kan? Yah, namanya juga iseng :


















Nah yang ini bukan sketsa :




Lukisan produk tahun 2010, pas booming batu akik nemu mata cincin batu 2015 mirip lukisanku. Jadilah kaya cocoklogi :


===================================================================




salah satu lukisan yang saya hadiahkan ke teman






62039
Majalengka, 30 Mei 2025




Rabu, 12 Maret 2025

RANK POSISI PTKIN DI INDONESIA TAHUN 2025

       Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Edurank ( baca di https://edurank.org/geo/id/ ) bulan Maret 2025 untuk pengelolaan lembaga selama setahun yang lalu, ternyata memberikan informasi yang bagus bagi lembaga-lembaga yang terkait dengan informasi ini. 


       Pada data yang dirilis oleh Edurank, tanpa membedakan katagori perguruan tinggi negeri maupun swasta, semua digabung menjadi satu, kemudian diranking.Jika pengamatan khusus pada pengelompokkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Swasta, maka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati peringkat pertama.


       Hasil rilis yang seperti ini tentunya menjadi bahan pelecut bagi yang nilai perolehan belum memuaskan dalam pengelolaan lembaga. Bagi yang sudah bagus, maka ini merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk tetap dipertahankan sekuat tenaga, agar bisa memberikan pelayanan kepada pengguna layanan dan memberikan efek positif bagi seluruh civitas academica secara optimal. 

       Bagi para calon mahasiswa yang masih duduk di bangku SMA/SMK, tentu hal-hal seperti ini bisa memberikan gambaran tentang pilihan kelanjutan pendidikan di perguruan tinggi kelak.

       Khusus informasi tentang peringkat di Edurank, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengunggahnya dalam situs resminya. Sikalan klik link :   Peringkat UIN Suka Yogyakarta Edurank 2025 .

       Untuk katagori Theology and Religious Studies, ini posisinya :


      Untuk katagori pengelolaan perguruan tinggi Islam di Indonesia, inilah posisinya :


       Ada stimulus, ada respon. Bagi semua Perguruan Tinggi, data ini adalah stimulus, maka responnya adalah peningkatan dalam segala hal di tahun pengelolaan sepanjang 2025, dan tentu di tahun-tahun selanjutnya. ***

Majalengka, 12 Maret 2025
- 1711 -

STUDY TOUR DILARANG, TAPI TETEP PENGEN KE YOGYAKARTA? GAMPANG!

 

Foto Dok. Pribadi       

       Sampai saat ini pembahasan tentang larangan sekolah menyelenggarakan Study Tour masih ramai diperbincangkan. Memang ada beberapa daerah / provinsi yang memutuskan untuk melarang kegiatan. Alasan utama pelarangan umumnya adalah “biaya memberatkan orang tua siswa”. Alasan lain, katanya Study Tour itu lebih banyak “Tournya”. 

Setiap masa ada orangnya

Terlepas dari sudut pandang yang mana, yang jelas mari kita ingat ada pameo yang menyatakan bahwa “Setiap masa itu ada orangnya dan setiap orang itu ada masanya”. Ini sebuah kondisi alamiah yang selayaknya kita terima dengan lapang dada. Sebagai contoh di jaman dulu, di masa tertentu, jaman presiden Pak Soeharto ada tokoh viral “Petrus, si Penembak Misterius” yang memberikan efek positif dan efek jera bagi yang terkait dengan keberadaan Petrus ini. Di masa tertentu yang lain, ada SBY selaku presiden RI di tahun 2007 telah mengganti penggunaan minyak tanah ke bahan bakar gas. Di awal-awal terasa aneh, akan tetapi kita rasakan bersama saat ini, kita bisa nyaman tanpa minyak tanah. Bahkan mungkin sudah lupa sama sekali dengan minyak tanah.

Masa saat ini, ya, hari ini, adalah masa-masa di mana para pemimpin daerah (baik yang lama maupun yang baru) memulai actionnya bersama presiden baru kita. Kewenangan apapun yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, dan keputusan / tindakan apapun itu adalah kewenangan miliknya. Sebagai unsur rakyat, ya tentu sumonggo kerso bagaimana kewenangan itu diimplementasikan dalam masa kerjanya. Bagi yang beragama Islam tentu berpegang kepada dalil “Taatilah Allah, Rosul dan Ulil Amri”. Sebagian tafsir tentang ulil amri adalah pemerintah, atau pemimpin. Jika dipersempit, maka bisa diartikan sebagai yang berkuasa / diberi kuasa di wilayah-wilayah.

Taruhlah kita menggunakan pendekatan pemahaman bahwa yang memberikan larangan study tour adalah ulil amri, ya tentu kita tinggal ikuti saja. Sebagai masyarakat awam, kita hampir tak punya kontribusi untuk mendebat yang seperti ini. Jadi? Biarkan semua kebijakan itu berjalan, tinggal kita sikapi saja sesuai posisi kita. Ya, masa ini ada orangnya, yakni pembuat kebijakan itu!

Study Tour dilarang tapi tetep pengen ke Yogya

Ada sebuah dialog imajiner dua orang alumni SMA di Jawa Barat .

“Beeuuuh …. indahnya masa SMA dulu, masa-masa study tour ke Yogya dulu ya!”

“Bener, ada bahan cerita untuk anak cucu.”

“Yogya ngangenin. Aneh ya? Ada kekuatan apa, cuma sekali ke Yogya tapi kenangannya nggak terlupakan.”

“Yang masih ingat apa saja?”

“Tentu saja ikon Yogya, Malioboro! Terus ada ... mmm.... ada taman pintar, mborong bakpia, kilometer nol, makan iwak kali di utara Keraton …. dan makan gudeg. Semuanya unforgettable!”

“Lho? Bukannya di Jabar ini juga ada gudeg?”

“Bedaaaa….. makan gudeg di Yogya itu ada bonus rasa merakyatnya bahagia hahahaa!”

Mereka yang ngobrol tak sadar bahwa sedari tadi ada adiknya yang nguping pembicaraan, yang sekarang kelas X SMA, ikut mendengarkan perbincangan kakanya. Hatinya terpengaruh. Biasanya di sekolahnya study tour itu kelas XI. Dia ingat bahwa sekarang study tour dilarang. Berarti nanti kelas XI nggak ada lagi. Nggak ada Bromo, nggak ada Batu-Malang, nggak ada Bali. Dan yang paling menyesakkan ya tadi itu, nggak ada Yogyakarta dalam perjalanan sejarah sekolahnya. Masak sih, selama sekolah hanya ada cerita tentang bangku sekolah, upacara, ulangan harian, kantin sekolah, teman berseragam  dan guru-gurunya saja? Nggak ada seru-seruan bersama teman-teman di bus study tour. Memang ada study, mengunjungi universitas mana gitu, tapi secara alamiah yang terkenang lama bagi anak-anak sekolah itu memang  tour setelah study-nya itu.

Ini alternatif cara ke Yogyakarta bagi siswa

Jika ada siswa yang memang terobsesi banget pengen ke Yogya, maka ada cara-caranya. Bagaimana caranya? Gampang! Siapkan niat agar bisa berkuliah di Yogyakarta. Siapkan semua usaha untuk mendukung niat bisa kuliah di Yogya. Jika lulus jalur SNBP syukur, jika tidak, maka bisa persiapkan lebih ekstra untuk test dengan SNBT. Atau jalur ujian mandiri? Bebaslah. Apalagi jika mau yang ke PTS, silakan saja.

Ketika nanti bisa tercapai cita-cita kuliah di sono, kalian bisa menikmati Yogyakarta sepuasnya, mungkin tiga tahun, empat tahun. Atau mau lanjut S2 jadi enam tahun di Yogya? Dijamin Yogyakarta bener-bener akan jadi milikmu, walaupun study tour dilarang, Yogyakarta tetap jadi bagian hidupmu. Pulang ke daerah asal, bisa cerita banyak tentang Yogyakarta dengan seluruh pesona dan kenangannya.

Pilihan PTN dan PTS

Lengkap banget pilihan PT di Yogyakarta. Yang negeri tentu ada UGM dan UNY. Untuk yang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), ada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang di Sleman itu. Apalagi UIN Sunan Kalijaga  ini baru saja dipublikasikan menjadi UIN terbaik di Indonesia (di sesama UIN versi Edurank  baca di :  https://edurank.org/geo/id/ ). Juga Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Untuk yang PTS tentu ada Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan lainnya masih banyak.

OK! Itulah salah satu alternatif yang baik jika kalian dilarang study tour ke luar daerah (dari luar DIY). Yogya yang ngangenin akan menjadi bagian hidupmu jika diniatkan dari sekarang.  Mau yang lebih ekstrim lagi? Siapa tahu selain kuliah di sono, kalian malah berjodoh dengan orang Yogya ! ***      

                                                                                                                         

                                                                                                                     Majalengka, 12 Maret 2025




Selasa, 10 September 2024