Assalaamu'alaikum!

TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT SUDAH BERKUNJUNG KE SINI ........ DINANTI HADIRNYA KEMBALI DI SINI UNTUK MENENGOK KONTEN BARU YA ...

Minggu, 05 April 2026

Fiksi Mini : BATAL JADI TKW ARAB

       Pacaran sudah hampir setahun, niat memiliki Lastri menjadi istri sudah bulat. Namun faktanya, Ahmad sering mengeluh. Pemuda itu belum memiliki kerja yang mapan. Saat ini paling menunggu kalau ada orang yang minta bantuan ini itu dengan upah ala kadarnya. Upah sedapatnya. Jika habis, ia masih numpang, minta ke orang tuanya. Lamaran kerja sudah banyak yang dikirim, tapi tak ada yang nyangkut. Termasuk yang Job Fair bulan lalu, ada keinginan, akan tetapi ia pilih pasrah menyerah tak ikut bersaing.

   Sudah sekitar dua minggu terakhir ini ada hal yang lebih membuat dirinya pusing. Lastri, dengan mata sembab datang kepada dirinya seperti memendam beban berat.

“Jadi Akang sampai hari ini belum memutuskan untuk meminang Lastri Kang?”

“Ya Allaaah! Lastri …… kita nanti harus melengkapi rumah tangga kita bagaimana? Akang belum kerja. Akang masih ikhtiar.”

“Kalau begitu Lastri yang akan kerja. Kebetulan ada lowongan.”

“Kerja? Kerja apa? Di mana?”

“Lastri mau jadi TKW di Arab.”

Ilustrasi AI dengan subnp.com

“Lastri? Lastriiii? Jangan Lastri, Arab jauh Lastri ….. jangan Lastriku…. Lastri ….”

“Sudahlah Kang, jadi TKW hanya 2 tahun. Doakan saja untuk kebaikan kita nanti kalau Akang jadi melamarku…”

“Jangan Lastri, aku khawatir. Kau cantik Lastriiii ….. aku khawatir kamu kenapa-kenapa. Batalkan niat ke Arab ya Lastri.”

“Akang terlambat melarang. Aku sudah ajukan lamaran jadi TKW. Atau…. atau?”

“Atau apa Lastri?”

“Lamar aku besok.”

Desss!!! 

Serasa ada benda keras dirasakan menerpa kepala pemuda itu. Ahmad menyeringai. Tangan pemuda itu  mencengkeram rambutnya erat-erat hingga lama. Kepalanya tertunduk. Isi kepalanya melayang. Gelap, kacau, berantakan, entah suasana apalagi yang ada di sana. Ia pun sama sekali tak melihat Lastri yang mengatupkan bibir, kemudian menggeleng. Perlahan gadis itu beranjak meninggalkan dirinya, Ahmad pun tidak tahu.

Sejak pertemuan itu, Ahmad semakin dekat dengan Tuhan. Semakin banyak berdoa, semakin rajin ke mushola di RT-nya. Padahal biasanya ia hanya kadang-kadang menyambangi tempat ibadah itu. Ia selalu minta keberanian untuk melamar Lastri, namun keberanian yang didoakannya itu belum kunjung muncul.

Kini doa yang lain ia panjatkan lebih intens. Puluhan, bahkan ratusan dalam sehari doa ini ia panjatkan:

“Ya Allah ….. gagalkan Lastri jadi TKW di Arab. Gagalkan ya Allah, ya Allaaah….”

Selang dua minggu ada WA dari Lastri agar ia datang di rumahnya. Sepanjang jalan menuju rumah kekasihnya ia melantunkan doa ya sama.

Setelah lama diam berhadapan, kini Lastri bicara.

“Kang Ahmad …. tadi siang ada pengumuman penerimaan TKW Arab….”

Jantung Ahmad serasa berhenti berdetak. Kerongkongannyaa terasa serak. Ya Allah ….kabulkanlah doaku, semoga Lastri gagal ke Arab.

“Terus… terus bagaimana hasilnya?”

“Aku gagal Kang, gagal berangkat ke Arab jadi TKW.”

“Yessssss….. yesssssss…. alhamdulillaaaah ya Allah ya Rabb! ”

Lastri hanya menunduk melihat Ahamd yang histeris, kemudian menelungkupkan wajahnya di meja hingga lama.

“Doaku terkabul Lastri …. Lastrikuu…… Allah kabulkan doaku agar kamu gagal menjadi TKW di Arab. Oh, alhamdulillaaaahh …..”

“Tapi lamaranku yang lain diterima Kang.”

“Apa maksudnya?”

“Aku diterima menjadi TKW di Malaysia, besok aku berangkat …..”

Ahmad melotot, kemudian pandangannya terasa gelap. Kedua orang tua Lastri sibuk menolong Ahmad yang pingsan berdebum di lantai. ***

 05-04-2026

893