.

TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT SUDAH BERKUNJUNG KE SINI ........ DINANTI HADIRNYA KEMBALI DI SINI UNTUK MENENGOK KONTEN BARU YA ...

Rabu, 22 April 2026

MONUMEN KELAHIRAN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN DI KABUPATEN PURBALINGGA

 Pernahkah sobat melihat gambar tokoh di mata uang bawah ini?


Mata uang kuno - koleksi pribadi 

(ya benar, jawabannya adalah tokoh nasional Jenderal Soedirman )

Jenderal Soedirman - dok. Monumen




Patung Jenderal Soedirman dekat Terminal Bis Purbalingga
Sumber gambar : Google Maps

Siapa Tokoh Jenderal Soedirman?

Jenderal Soedirman, seorang tokoh besar dalam sejarah ketentaraan kita, lahir di kabupaten Purbalingga pada 24 Januari 1916. Tepatnya di dukuh Rembang, desa Bantarbarang, kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga.

 Menurut sejarah, beliau menjadi seorang jenderal ketika masih berusia 31 tahun. Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Perjuangan yang beliau lakukan pada saat membela bangsa dan negara dilakukannya dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk. Perang gerilya yang dipimpinnya pun dilakukannya dalam usungan tandu. Ini merupakan sebuah preseden yang baik, yang patut diteladani oleh semua unsur di negara ini. Memperjuangkan martabat  bangsa dan negara dilakukannya dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan pamrih.

Tokoh kita yang satu ini juga pernah menjadi guru HIS Muhammadiyah Cilacap, dan memiliki hubungan erat dengan Pramuka melalui kepanduan  Hizbul Wathan (HW)  Muhammadiyah, organisasi otonomi kepanduan Islam yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan beliau sejak muda. Beliau ditempa dalam kepanduan sebelum menjadi panglima besar, menjadikannya teladan utama nilai-nilai kepramukaan.

                                                                                              

Perjalanan Menuju Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman di Purbalingga

Monumen kelahiran Jenderal Soedirman yang akan kami tuju berada di desa Bantarbarang, kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Untuk membayangkan lokasi, bisa dilacak dengan google maps dengan klik “Purbalingga Jateng” atau langsung klik “Monumen Tempat Lahir Pangsar Soedirman”.

 


Sumber peta : Google Maps

Perjalanan menuju monumen kelahiran Jenderal Soedirman ( nama dengan ejaan lama. Pen ) lumayan jauh jika dimulai dari kota Purbalingga. Ada dua jalur yang dapat ditempuh untuk sampai ke sana. Jalur pertama melewati kota kecamatan Bobotsari, belok ke arah timur melewati dua kecamatan yakni kecamatan Karanganyar dan kecamatan Karangmoncol. Setelah ini, barulah masuk ke kecamatan Rembang.

Sementara jalur kedua melewati jalur Purbalingga – Pengadegan, mengambil start pertama di sekitar kodim Purbalingga Bancar, meleintasi jembatan kali Klawing kemudian menuju ke Rembang.

Penulis sendiri belum pernah menempuh jalur kedua, sebab menurut mereka yang pernah melewati jalur ini sangat berat. Jalan kampung yang kecil naik turun perbukitan, walaupun sebenarnya jalur ini cukup ramai sebab merupakan jalur yang dilewati oleh mobil angkutan umum mikrobus.

Jalur pertama melewati Bobotsari boleh dikatan lebih dari sepuluh kali melewati jalur tersebut. Pertama ketika awal-wal monumen kelahiran Jenderal Soedirman dibuka, di tahun 1978 penulis pernah melakukan hiking dari sekolah penulis, SMP Negeri Bobotsari ke Bantarbarang, dengan jarak sekitar 30 kilometer. 

Bentang alam yang terlewati berupa persawahan, hutan, perbukitan, perumahan penduduk, kali (misalnya kali Klawing, kali Laban, kali Tuntunggunung, kali Karang). Jalan yang naik turun cukup sempit untuk dilalui dua mobil yang berpapasan.

Monumen cukup menarik untuk dikunjungi, sebagai destinasi wisata sejarah. Apalagi jika sobat sedang berada atau mampir di kabupaten Purbalingga, maka jangan lewatkan lokasi ini, jangan dilewatkan, sebab belum tentu di lain waktu sobat akan megunjungi Purbalingga lagi. 

GALERI :


Dari Gerbang Utara  Arah Masuk ke Monumen - dok. Pribadi



Nomen Klatur Lembaga - dok. pribadi


Rumah Duplikat Tempat Lahir Soedirman - dok. Pribadi


Mengisi Buku Tamu - dok. Pribadi


Sebagian Pengunjung - dok. Pribadi


Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (1) - dok. Pribadi

Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (2) - dok. Pribadi

Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (3) - dok. Pribadi

Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (4) - dok. Pribadi


Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (5) - dok. Pribadi

Kata-kata Hikmah Jenderal Soedirman (1)  - dok. Pribadi

Kata-kata Hikmah Jenderal Soedirman (2)  - dok. Pribadi

Data Pembangunan Awal - dok. Pribadi

Diorama ( 1) Tokoh hebat itu lahir di sini - dok. Pribadi


Diorama (2) Perjuangan Pak Dirman Gerilya dengan Ditandu  - dok. Pribadi


Diorama ( 3 ) - dok. Pribadi

Diorama ( 4 ) - dok. Pribadi


Diorama ( 5 ) - dok. Pribadi


Diorama ( 6 ) Jiwa Pramuka ada di Beliau - dok. Pribadi





Patung Jenderal Soedirman dengan kostum Pramuka  - dok. Pribadi



Prasasti Peresmian Patung Pramuka oleh Presdien Soeharto - dok. Pribadi


Masjid Kompleks Monumen - dok. Pribadi 

Selamat berkunjung 

ke Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman ! 

***










 






Rabu, 12 Maret 2025

RANK POSISI PTKIN DI INDONESIA TAHUN 2025

       Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Edurank ( baca di https://edurank.org/geo/id/ ) bulan Maret 2025 untuk pengelolaan lembaga selama setahun yang lalu, ternyata memberikan informasi yang bagus bagi lembaga-lembaga yang terkait dengan informasi ini. 


       Pada data yang dirilis oleh Edurank, tanpa membedakan katagori perguruan tinggi negeri maupun swasta, semua digabung menjadi satu, kemudian diranking.Jika pengamatan khusus pada pengelompokkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Swasta, maka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati peringkat pertama.


       Hasil rilis yang seperti ini tentunya menjadi bahan pelecut bagi yang nilai perolehan belum memuaskan dalam pengelolaan lembaga. Bagi yang sudah bagus, maka ini merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk tetap dipertahankan sekuat tenaga, agar bisa memberikan pelayanan kepada pengguna layanan dan memberikan efek positif bagi seluruh civitas academica secara optimal. 

       Bagi para calon mahasiswa yang masih duduk di bangku SMA/SMK, tentu hal-hal seperti ini bisa memberikan gambaran tentang pilihan kelanjutan pendidikan di perguruan tinggi kelak.

       Khusus informasi tentang peringkat di Edurank, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengunggahnya dalam situs resminya. Sikalan klik link :   Peringkat UIN Suka Yogyakarta Edurank 2025 .

       Untuk katagori Theology and Religious Studies, ini posisinya :


      Untuk katagori pengelolaan perguruan tinggi Islam di Indonesia, inilah posisinya :


       Ada stimulus, ada respon. Bagi semua Perguruan Tinggi, data ini adalah stimulus, maka responnya adalah peningkatan dalam segala hal di tahun pengelolaan sepanjang 2025, dan tentu di tahun-tahun selanjutnya. ***

Majalengka, 12 Maret 2025
- 1711 -

STUDY TOUR DILARANG, TAPI TETEP PENGEN KE YOGYAKARTA? GAMPANG!

 

Foto Dok. Pribadi       

       Sampai saat ini pembahasan tentang larangan sekolah menyelenggarakan Study Tour masih ramai diperbincangkan. Memang ada beberapa daerah / provinsi yang memutuskan untuk melarang kegiatan. Alasan utama pelarangan umumnya adalah “biaya memberatkan orang tua siswa”. Alasan lain, katanya Study Tour itu lebih banyak “Tournya”. 

Setiap masa ada orangnya

Terlepas dari sudut pandang yang mana, yang jelas mari kita ingat ada pameo yang menyatakan bahwa “Setiap masa itu ada orangnya dan setiap orang itu ada masanya”. Ini sebuah kondisi alamiah yang selayaknya kita terima dengan lapang dada. Sebagai contoh di jaman dulu, di masa tertentu, jaman presiden Pak Soeharto ada tokoh viral “Petrus, si Penembak Misterius” yang memberikan efek positif dan efek jera bagi yang terkait dengan keberadaan Petrus ini. Di masa tertentu yang lain, ada SBY selaku presiden RI di tahun 2007 telah mengganti penggunaan minyak tanah ke bahan bakar gas. Di awal-awal terasa aneh, akan tetapi kita rasakan bersama saat ini, kita bisa nyaman tanpa minyak tanah. Bahkan mungkin sudah lupa sama sekali dengan minyak tanah.

Masa saat ini, ya, hari ini, adalah masa-masa di mana para pemimpin daerah (baik yang lama maupun yang baru) memulai actionnya bersama presiden baru kita. Kewenangan apapun yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, dan keputusan / tindakan apapun itu adalah kewenangan miliknya. Sebagai unsur rakyat, ya tentu sumonggo kerso bagaimana kewenangan itu diimplementasikan dalam masa kerjanya. Bagi yang beragama Islam tentu berpegang kepada dalil “Taatilah Allah, Rosul dan Ulil Amri”. Sebagian tafsir tentang ulil amri adalah pemerintah, atau pemimpin. Jika dipersempit, maka bisa diartikan sebagai yang berkuasa / diberi kuasa di wilayah-wilayah.

Taruhlah kita menggunakan pendekatan pemahaman bahwa yang memberikan larangan study tour adalah ulil amri, ya tentu kita tinggal ikuti saja. Sebagai masyarakat awam, kita hampir tak punya kontribusi untuk mendebat yang seperti ini. Jadi? Biarkan semua kebijakan itu berjalan, tinggal kita sikapi saja sesuai posisi kita. Ya, masa ini ada orangnya, yakni pembuat kebijakan itu!

Study Tour dilarang tapi tetep pengen ke Yogya

Ada sebuah dialog imajiner dua orang alumni SMA di Jawa Barat .

“Beeuuuh …. indahnya masa SMA dulu, masa-masa study tour ke Yogya dulu ya!”

“Bener, ada bahan cerita untuk anak cucu.”

“Yogya ngangenin. Aneh ya? Ada kekuatan apa, cuma sekali ke Yogya tapi kenangannya nggak terlupakan.”

“Yang masih ingat apa saja?”

“Tentu saja ikon Yogya, Malioboro! Terus ada ... mmm.... ada taman pintar, mborong bakpia, kilometer nol, makan iwak kali di utara Keraton …. dan makan gudeg. Semuanya unforgettable!”

“Lho? Bukannya di Jabar ini juga ada gudeg?”

“Bedaaaa….. makan gudeg di Yogya itu ada bonus rasa merakyatnya bahagia hahahaa!”

Mereka yang ngobrol tak sadar bahwa sedari tadi ada adiknya yang nguping pembicaraan, yang sekarang kelas X SMA, ikut mendengarkan perbincangan kakanya. Hatinya terpengaruh. Biasanya di sekolahnya study tour itu kelas XI. Dia ingat bahwa sekarang study tour dilarang. Berarti nanti kelas XI nggak ada lagi. Nggak ada Bromo, nggak ada Batu-Malang, nggak ada Bali. Dan yang paling menyesakkan ya tadi itu, nggak ada Yogyakarta dalam perjalanan sejarah sekolahnya. Masak sih, selama sekolah hanya ada cerita tentang bangku sekolah, upacara, ulangan harian, kantin sekolah, teman berseragam  dan guru-gurunya saja? Nggak ada seru-seruan bersama teman-teman di bus study tour. Memang ada study, mengunjungi universitas mana gitu, tapi secara alamiah yang terkenang lama bagi anak-anak sekolah itu memang  tour setelah study-nya itu.

Ini alternatif cara ke Yogyakarta bagi siswa

Jika ada siswa yang memang terobsesi banget pengen ke Yogya, maka ada cara-caranya. Bagaimana caranya? Gampang! Siapkan niat agar bisa berkuliah di Yogyakarta. Siapkan semua usaha untuk mendukung niat bisa kuliah di Yogya. Jika lulus jalur SNBP syukur, jika tidak, maka bisa persiapkan lebih ekstra untuk test dengan SNBT. Atau jalur ujian mandiri? Bebaslah. Apalagi jika mau yang ke PTS, silakan saja.

Ketika nanti bisa tercapai cita-cita kuliah di sono, kalian bisa menikmati Yogyakarta sepuasnya, mungkin tiga tahun, empat tahun. Atau mau lanjut S2 jadi enam tahun di Yogya? Dijamin Yogyakarta bener-bener akan jadi milikmu, walaupun study tour dilarang, Yogyakarta tetap jadi bagian hidupmu. Pulang ke daerah asal, bisa cerita banyak tentang Yogyakarta dengan seluruh pesona dan kenangannya.

Pilihan PTN dan PTS

Lengkap banget pilihan PT di Yogyakarta. Yang negeri tentu ada UGM dan UNY. Untuk yang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), ada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang di Sleman itu. Apalagi UIN Sunan Kalijaga  ini baru saja dipublikasikan menjadi UIN terbaik di Indonesia (di sesama UIN versi Edurank  baca di :  https://edurank.org/geo/id/ ). Juga Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Untuk yang PTS tentu ada Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan lainnya masih banyak.

OK! Itulah salah satu alternatif yang baik jika kalian dilarang study tour ke luar daerah (dari luar DIY). Yogya yang ngangenin akan menjadi bagian hidupmu jika diniatkan dari sekarang.  Mau yang lebih ekstrim lagi? Siapa tahu selain kuliah di sono, kalian malah berjodoh dengan orang Yogya ! ***      

                                                                                                                         

                                                                                                                     Majalengka, 12 Maret 2025




Selasa, 10 September 2024

Lembar Kerja SESI BEREHAN - Pelatihan Guru Penggerak

 

 

 1. Latar Belakang

Berkaitan dengan pelatihan guru penggerak kali ini, banyak pilihan bahan diseminasi yang bisa dilaksanakan. Pada materi kali ini penulis akan menyampaikan hal yang terkait dengan unsur yang ada dalam teori di modul Pendidikan Berbasis Kasih Sayang.

Kegiatan diseminasi yang terdapat dalam lingkup “Sesi Berehan” dalam program pelatihan diterjemahkan dalam kelas menjadi sesuatu yang membawa suasana kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi menyenangkan. “Menyenangkan” inilah salah satu yang terdapat dalam unsur pendidikan berbasis kasih sayang. Implikasi lanjutannya adalah, bahwa dalam suatu aksi nyata, kondisi menyenangkan ini akan dibawa ke dalam suasana kebanggaan diri siswa dan semangat diri siswa untuk mengikuti KBM dengan optimisme memperoleh hasil yang bagus.

 2. Tujuan Rencana Tindak Lanjut

·  Mengharapkan bisa mengimplementasi nyata dalam KBM di kelas, hasil dari menelaaah dan melihat contoh dalam modul.

·   Mengharapkan bisa membangun kolaborasi yang lebih baik antar guru dalam hal implementasi model-model pendekatan dan filosofi bari di dalam pelatihan.

· Mengharapkan dalam diri guru (sebagai hasil pengimbasan dan saling mengimbaskan hasil pelatihan) terdapai inovasi-inovasi yang nyata, yang mungkin belum ada di dalam modul.

·   Mengharapkan bisa membawa para siswa untuk bisa melaksanakan KBM bersama guru yang sudah memahami hasil pelatihan, membangun prestasi yang diawali dengan kenyamanan, keseriusan dan rasa tanggungjawab tinggi, sehingga secara administratif bisa dilihat adanya peningkatan Raihan prestasi dalam penilaian apapun.

 

3.    3.  Dinamika Kegiatan

·  Kondisi awal pelaku diseminasi : Di sekolah untuk Modul 2 Sesi 1 di kelompok saya,  hanya sendirian, sebab satu mitra satu sekolah berhalangan terkait dengan kondisi kesehatan. Namun, di sekolah saya terdapat 2 (dua) guru penggerak,  sehingga segala hal yang terkait dengan konten pelatihan saya memiliki teman berdiskusi.

·  Teknik diseminasi yang dilakukan adalah 1) Pemaparan pengalaman mengikuti pelatihan terkait dengan gambaran umum hingga sebagian gambaran kasus-kasus kecil / kesulitan dalam melaksanakan tuntutan pelatihan. 2) Memberikan contoh dan hasil produk yang terkait dengan aksi nyata yang saya laksanakan di kelas. 3) Memberikan contoh menyikapi salah satu materi yang terkait dengan masalah korupsi.

· Di akhir penyampaian diseminasi, para peserta melakukan diskusi mandiri merespon paparan dari pemateri.

 4.   Pengaruh Terhadap Siswa

·  Pengelolaan kelas berbasis perhatian penuh kasih sayang memberikan kondisi siswa yang nyaman dalam mengikuti KBM.

·  Ice break dan motivasi literasi dll menjadi pengisi menit-menit awal KBM memberikan suasana lain yang terkait dengan “perhatian guru yang terkait dengan siswa sebagai manusia” – konten membangun akhlak manusia.

·   Motivasi yang terpantik dengan pemberian Stiker Reward sebagai suplemen dan pengganti kata pujian “Hebat!”, “Mantap!” dll.

·   Dua pendekatan yang dipilih pada aksi nyata :

-  Sesi Soal Eftafet, memberikan motivasi siap siaga jika ditunjuk oleh teman yang sudah maju dan menyelesaikan soal.

-  Sesi Soal Rebutan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk “unjuk kemampuan dan keberanian”.

·  Keuntungan siswa ketika sukses dalam Soal Efsatef dan Soal Rebutan :

-    Memperoleh Stiker motivasi.

-    Memperoleh skor nilai di buku nilai guru.

5. Rencana Tindak Lanjut

        ·  Saling memotivasi sesama rekan guru dalam rangka menghidupkan Kombel PMM.

·   Mendiskusikan model-model aksi nyata yang inovatif yang berbasis kasih sayang setelah mengikuti pelatihan guru penggerak.

·   Melakukan evaluasi secara bersama.

6. Dokumentasi Kegiatan

    Dokumentasi kegiatan meliputi :

·   Foto-foro Aksi nyata di kelas

·   Foto-foto diseminasi di kelompok belajar

·   Link Blog: https://edufiksi.blogspot.com/2024/09/lembar-kerja-sesi-berehan-pelatihan.html

7.   Penutup

·   Demikian laporan yang memberikan gambaran umum, dengan sampel satu pelaku diseminasi Pelatihan Guru Penggerak Jawa Barat, yang nanti akan bisa kita lihat laporan-laporan berikutnya dari rekan-rekan guru yang lain.

·  Terima kasih khusus kepada Bapak Pendamping grup Sesi 1 Modul 2 Bapak Muhtar Amin yang telah membantu dan mendampingi kami peserta pelatihan dengan totalitasnya.

·   Semoga semua pihak yang telah memberikan kesempatan kepada para guru di Jawa Barat untuk semakin mengembangkan kompetensinya, ucapan terima kasih kami yang tak terhingga dan juga akan mendapatkan berkah yang melimpah dari Allah SWT.

·    Terima kasih kepada rekan-rekan sejawat para guru di SMA Negeri 1 Majalengka yang telah bersinergi untuk bersama-sama maju dan meningkat, mendukung seluruh upaya positif dari semua pihak untuk membawa sekolah kita mewujudkan visi : “SMA 1 MAJALENGKA – BERMARTABAT DAN UNGGUL”.


==========================================================

DOKUMENTASI AKSI NYATA

STIKER MOTIVASI 








KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM)




* 215



MONUMEN KELAHIRAN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN DI KABUPATEN PURBALINGGA

  Pernahkah sobat melihat gambar tokoh di mata uang bawah ini? Mata uang kuno - koleksi pribadi  (ya benar, jawabannya adalah tokoh nasional...