Pernahkah
sobat melihat gambar tokoh di mata uang bawah ini?
Mata uang kuno - koleksi pribadi
(ya benar, jawabannya adalah tokoh nasional Jenderal Soedirman )
Jenderal Soedirman - dok. Monumen
Patung Jenderal Soedirman dekat Terminal Bis Purbalingga
Sumber gambar : Google Maps
Siapa Tokoh Jenderal Soedirman?
Jenderal Soedirman, seorang tokoh besar
dalam sejarah ketentaraan kita, lahir di kabupaten Purbalingga pada 24 Januari
1916. Tepatnya di dukuh Rembang, desa Bantarbarang, kecamatan Rembang,
kabupaten Purbalingga.
[ Namun pembaca mungkin pernah menemukan informasi yang sedikit berbeda tentang tempat kelahiran Jenderal Soedirman. Ada yang menyebutnya di desa Bantarbarang, ada yang menyebutnya di desa Bodaskarangjati, Kecamatan Rembang.
Nah ini ada pernyataan dari seorang teman senior yang pernah bekerja di wilayah Rembang, lebih paham tentang sejarah lingkungan di sana, beliau menyampaikan informasi sebagai berikut :
Bagaimana sebenarnya tempat
lahir Jenderal Soedirman, ada yang menulis di Bodaskarangjati ada yang menulis di Bantarbarang? Jawabnya : sebelum kemerdekaan dukuh Rembang Desa Bantarbarang tempat lahir Jenderal Soedirman
ada di sebelah barat sungai Gintung adalah wilayah desa Bodaskarangjati. Namun setelah
kemerdekaan masuk wilayah Bantarbarang. Dan ketika
sidang, karena banyak yg mengklaim tempat lahir Jenderal Sudirman yg menjadi saksi bahwa
tempat lahir di desa Bantarbarang adalah saudara tua dari Jend Sudirman, akhirnya
diputusakan bahwa tempat lahir Jenderal Sudirman ada di dukuh Rembang Desa
Bantarbarang. ]
Menurut sejarah, beliau menjadi
seorang jenderal ketika masih berusia 31 tahun. Ketika pendudukan Jepang, ia
masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan,
langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas
sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang
Republik Indonesia (Panglima TNI).
Perjuangan yang beliau lakukan pada
saat membela bangsa dan negara dilakukannya dalam kondisi kesehatan yang sangat
buruk. Perang gerilya yang dipimpinnya pun dilakukannya dalam usungan tandu.
Ini merupakan sebuah preseden yang baik, yang patut diteladani oleh semua unsur
di negara ini. Memperjuangkan martabat bangsa dan negara dilakukannya
dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan pamrih.
Tokoh kita yang satu ini juga pernah
menjadi guru HIS Muhammadiyah Cilacap, dan memiliki hubungan erat dengan
Pramuka melalui kepanduan Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah, organisasi otonomi kepanduan Islam yang
membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan beliau sejak muda.
Beliau ditempa dalam kepanduan sebelum menjadi panglima besar, menjadikannya
teladan utama nilai-nilai kepramukaan.
Perjalanan Menuju Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman di Purbalingga
Monumen kelahiran Jenderal Soedirman
yang akan kami tuju berada di desa Bantarbarang, kecamatan Rembang, Kabupaten
Purbalingga, Jawa Tengah.
Untuk membayangkan lokasi, bisa dilacak
dengan google maps dengan klik “Purbalingga Jateng” atau langsung klik “Monumen
Tempat Lahir Pangsar Soedirman”.
Sumber peta : Google Maps
Perjalanan menuju monumen kelahiran
Jenderal Soedirman ( nama dengan ejaan lama. Pen ) lumayan jauh jika dimulai
dari kota Purbalingga. Ada dua jalur yang dapat ditempuh untuk sampai ke sana.
Jalur pertama melewati kota kecamatan Bobotsari, belok ke arah timur melewati
dua kecamatan yakni kecamatan Karanganyar dan kecamatan Karangmoncol. Setelah
ini, barulah masuk ke kecamatan Rembang.
Sementara jalur kedua melewati jalur
Purbalingga – Pengadegan, mengambil start pertama di sekitar kodim Purbalingga
Bancar, meleintasi jembatan kali Klawing kemudian menuju ke Rembang.
Penulis sendiri belum pernah menempuh
jalur kedua, sebab menurut mereka yang pernah melewati jalur ini sangat berat.
Jalan kampung yang kecil naik turun perbukitan, walaupun sebenarnya jalur ini
cukup ramai sebab merupakan jalur yang dilewati oleh mobil angkutan umum
mikrobus.
Jalur pertama melewati Bobotsari boleh
dikatan lebih dari sepuluh kali melewati jalur tersebut. Pertama
ketika awal-wal monumen kelahiran Jenderal Soedirman dibuka, di tahun 1978
penulis pernah melakukan hiking dari sekolah penulis, SMP
Negeri Bobotsari ke Bantarbarang, dengan jarak sekitar 30 kilometer.
Informasi tentang kebenaran saya ketika SMP pernah hiking ke sana, diiyakan oleh teman senior saya (ketua Alumni 1981 SMPN 1 Bobotsari) Mas Supri Gunandi, yang fotonya sedang mejeng di kompleks Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman di bawah ini :
Foto : Dokumentasi Mas Supri Gunandi
Bentang alam yang terlewati berupa
persawahan, hutan, perbukitan, perumahan penduduk, kali (misalnya kali Klawing,
kali Laban, kali Tuntunggunung, kali Karang). Jalan yang naik turun cukup
sempit untuk dilalui dua mobil yang berpapasan.
Monumen cukup menarik untuk dikunjungi,
sebagai destinasi wisata sejarah. Apalagi jika sobat sedang berada atau mampir di
kabupaten Purbalingga, maka jangan lewatkan lokasi ini, jangan dilewatkan,
sebab belum tentu di lain waktu sobat akan megunjungi Purbalingga lagi.
GALERI :
|
Dari Gerbang Utara Arah Masuk ke Monumen - dok.
Pribadi
|
Nomen Klatur Lembaga - dok. pribadi
Rumah Duplikat Tempat Lahir Soedirman -
dok. Pribadi
Mengisi Buku Tamu - dok. Pribadi
Sebagian Pengunjung -
dok. Pribadi


Barang
Peninggalan di Rumah Duplikat (1) - dok. Pribadi
Barang
Peninggalan di Rumah Duplikat (2) - dok. Pribadi
Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (3) - dok. Pribadi
Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (4) - dok. Pribadi
Barang Peninggalan di Rumah Duplikat (5) - dok. Pribadi
Kata-kata
Hikmah Jenderal Soedirman (1) - dok. Pribadi
Kata-kata
Hikmah Jenderal Soedirman (2) - dok. Pribadi
Data
Pembangunan Awal - dok. Pribadi
Diorama ( 1) Tokoh hebat itu lahir di sini - dok. Pribadi
Diorama (2) Perjuangan Pak Dirman Gerilya dengan Ditandu - dok. Pribadi
Diorama ( 3 ) - dok. Pribadi
Diorama ( 4 ) - dok. Pribadi
Diorama ( 5 ) - dok. Pribadi
Diorama ( 6 ) Jiwa Pramuka ada di Beliau - dok. Pribadi
Patung Jenderal Soedirman dengan kostum Pramuka - dok. Pribadi
Prasasti Peresmian Patung Pramuka oleh Presdien Soeharto - dok. Pribadi
Masjid
Kompleks Monumen - dok. Pribadi
Selamat berkunjung
ke Monumen Kelahiran Jenderal Soedirman !
***