Assalaamu'alaikum!

TERIMA KASIH BANYAK SAHABAT , KALIAN SUDAH BERKUNJUNG KE SINI ............BESOK BERKUNJUNG LAGI YA, SIAPA TAHU ADA INFORMASI YANG BERMANFAAT, ATAU FIKSI-FIKSI YANG BARU YANG BERISI PESAN ......

Rabu, 12 Maret 2025

RANK POSISI PTKIN DI INDONESIA TAHUN 2025 - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA JUARA

       Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Edurank ( baca di https://edurank.org/geo/id/ ) bulan Maret 2025 untuk pengelolaan lembaga selama setahun yang lalu, ternyata memberikan informasi yang bagus bagi lembaga-lembaga yang terkait dengan informasi ini. 


       Pada data yang dirilis oleh Edurank, tanpa membedakan katagori perguruan tinggi negeri maupun swasta, semua digabung menjadi satu, kemudian diranking.Jika pengamatan khusus pada pengelompokkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Swasta, maka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati peringkat pertama.


       Hasil rilis yang seperti ini tentunya menjadi bahan pelecut bagi yang nilai perolehan belum memuaskan dalam pengelolaan lembaga. Bagi yang sudah bagus, maka ini merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk tetap dipertahankan sekuat tenaga, agar bisa memberikan pelayanan kepada pengguna layanan dan memberikan efek positif bagi seluruh civitas academica secara optimal. 

       Bagi para calon mahasiswa yang masih duduk di bangku SMA/SMK, tentu hal-hal seperti ini bisa memberikan gambaran tentang pilihan kelanjutan pendidikan di perguruan tinggi kelak.

       Khusus informasi tentang peringkat di Edurank, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengunggahnya dalam situs resminya. Sikalan klik link :   Peringkat UIN Suka Yogyakarta Edurank 2025 .

       Untuk katagori Theology and Religious Studies, ini posisinya :


      Untuk katagori pengelolaan perguruan tinggi Islam di Indonesia, inilah posisinya :


       Ada stimulus, ada respon. Bagi semua Perguruan Tinggi, data ini adalah stimulus, maka responnya adalah peningkatan dalam segala hal di tahun pengelolaan sepanjang 2025, dan tentu di tahun-tahun selanjutnya. ***

Majalengka, 12 Maret 2025
- 1711 -

STUDY TOUR DILARANG, TAPI TETEP PENGEN KE YOGYAKARTA? GAMPANG!

 

Foto Dok. Pribadi       

       Sampai saat ini pembahasan tentang larangan sekolah menyelenggarakan Study Tour masih ramai diperbincangkan. Memang ada beberapa daerah / provinsi yang memutuskan untuk melarang kegiatan. Alasan utama pelarangan umumnya adalah “biaya memberatkan orang tua siswa”. Alasan lain, katanya Study Tour itu lebih banyak “Tournya”. 

Setiap masa ada orangnya

Terlepas dari sudut pandang yang mana, yang jelas mari kita ingat ada pameo yang menyatakan bahwa “Setiap masa itu ada orangnya dan setiap orang itu ada masanya”. Ini sebuah kondisi alamiah yang selayaknya kita terima dengan lapang dada. Sebagai contoh di jaman dulu, di masa tertentu, jaman presiden Pak Soeharto ada tokoh viral “Petrus, si Penembak Misterius” yang memberikan efek positif dan efek jera bagi yang terkait dengan keberadaan Petrus ini. Di masa tertentu yang lain, ada SBY selaku presiden RI di tahun 2007 telah mengganti penggunaan minyak tanah ke bahan bakar gas. Di awal-awal terasa aneh, akan tetapi kita rasakan bersama saat ini, kita bisa nyaman tanpa minyak tanah. Bahkan mungkin sudah lupa sama sekali dengan minyak tanah.

Masa saat ini, ya, hari ini, adalah masa-masa di mana para pemimpin daerah (baik yang lama maupun yang baru) memulai actionnya bersama presiden baru kita. Kewenangan apapun yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat, dan keputusan / tindakan apapun itu adalah kewenangan miliknya. Sebagai unsur rakyat, ya tentu sumonggo kerso bagaimana kewenangan itu diimplementasikan dalam masa kerjanya. Bagi yang beragama Islam tentu berpegang kepada dalil “Taatilah Allah, Rosul dan Ulil Amri”. Sebagian tafsir tentang ulil amri adalah pemerintah, atau pemimpin. Jika dipersempit, maka bisa diartikan sebagai yang berkuasa / diberi kuasa di wilayah-wilayah.

Taruhlah kita menggunakan pendekatan pemahaman bahwa yang memberikan larangan study tour adalah ulil amri, ya tentu kita tinggal ikuti saja. Sebagai masyarakat awam, kita hampir tak punya kontribusi untuk mendebat yang seperti ini. Jadi? Biarkan semua kebijakan itu berjalan, tinggal kita sikapi saja sesuai posisi kita. Ya, masa ini ada orangnya, yakni pembuat kebijakan itu!

Study Tour dilarang tapi tetep pengen ke Yogya

Ada sebuah dialog imajiner dua orang alumni SMA di Jawa Barat .

“Beeuuuh …. indahnya masa SMA dulu, masa-masa study tour ke Yogya dulu ya!”

“Bener, ada bahan cerita untuk anak cucu.”

“Yogya ngangenin. Aneh ya? Ada kekuatan apa, cuma sekali ke Yogya tapi kenangannya nggak terlupakan.”

“Yang masih ingat apa saja?”

“Tentu saja ikon Yogya, Malioboro! Terus ada ... mmm.... ada taman pintar, mborong bakpia, kilometer nol, makan iwak kali di utara Keraton …. dan makan gudeg. Semuanya unforgettable!”

“Lho? Bukannya di Jabar ini juga ada gudeg?”

“Bedaaaa….. makan gudeg di Yogya itu ada bonus rasa merakyatnya bahagia hahahaa!”

Mereka yang ngobrol tak sadar bahwa sedari tadi ada adiknya yang nguping pembicaraan, yang sekarang kelas X SMA, ikut mendengarkan perbincangan kakanya. Hatinya terpengaruh. Biasanya di sekolahnya study tour itu kelas XI. Dia ingat bahwa sekarang study tour dilarang. Berarti nanti kelas XI nggak ada lagi. Nggak ada Bromo, nggak ada Batu-Malang, nggak ada Bali. Dan yang paling menyesakkan ya tadi itu, nggak ada Yogyakarta dalam perjalanan sejarah sekolahnya. Masak sih, selama sekolah hanya ada cerita tentang bangku sekolah, upacara, ulangan harian, kantin sekolah, teman berseragam  dan guru-gurunya saja? Nggak ada seru-seruan bersama teman-teman di bus study tour. Memang ada study, mengunjungi universitas mana gitu, tapi secara alamiah yang terkenang lama bagi anak-anak sekolah itu memang  tour setelah study-nya itu.

Ini alternatif cara ke Yogyakarta bagi siswa

Jika ada siswa yang memang terobsesi banget pengen ke Yogya, maka ada cara-caranya. Bagaimana caranya? Gampang! Siapkan niat agar bisa berkuliah di Yogyakarta. Siapkan semua usaha untuk mendukung niat bisa kuliah di Yogya. Jika lulus jalur SNBP syukur, jika tidak, maka bisa persiapkan lebih ekstra untuk test dengan SNBT. Atau jalur ujian mandiri? Bebaslah. Apalagi jika mau yang ke PTS, silakan saja.

Ketika nanti bisa tercapai cita-cita kuliah di sono, kalian bisa menikmati Yogyakarta sepuasnya, mungkin tiga tahun, empat tahun. Atau mau lanjut S2 jadi enam tahun di Yogya? Dijamin Yogyakarta bener-bener akan jadi milikmu, walaupun study tour dilarang, Yogyakarta tetap jadi bagian hidupmu. Pulang ke daerah asal, bisa cerita banyak tentang Yogyakarta dengan seluruh pesona dan kenangannya.

Pilihan PTN dan PTS

Lengkap banget pilihan PT di Yogyakarta. Yang negeri tentu ada UGM dan UNY. Untuk yang Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), ada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang di Sleman itu. Apalagi UIN Sunan Kalijaga  ini baru saja dipublikasikan menjadi UIN terbaik di Indonesia (di sesama UIN versi Edurank  baca di :  https://edurank.org/geo/id/ ). Juga Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Untuk yang PTS tentu ada Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan lainnya masih banyak.

OK! Itulah salah satu alternatif yang baik jika kalian dilarang study tour ke luar daerah (dari luar DIY). Yogya yang ngangenin akan menjadi bagian hidupmu jika diniatkan dari sekarang.  Mau yang lebih ekstrim lagi? Siapa tahu selain kuliah di sono, kalian malah berjodoh dengan orang Yogya ! ***      

Majalengka, 12 Maret 2025

Naskah ini pernah dikirim ke Mojok.co, tapi nggak dimuat-muat  = 1709 =